KABARSULTRA.ID, KONAWEUTARA – Musibah tragis terjadi di kawasan wisata Pantai Taipa, Desa Taipa, Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara, Senin (29/6/2026) sore. Seorang pelajar berusia 15 tahun, Unaysha at Tahoroh, meninggal dunia setelah terseret arus laut saat berupaya menyelamatkan keponakannya yang lebih dulu terseret ombak.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Korban yang merupakan warga Jalan Orinunggu Lorong Koropuu, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, datang ke Pantai Taipa bersama keluarga untuk berwisata.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama keponakannya, Fudhoil Ngii Al-Kendery (12), sedang bermain dan berenang di perairan Pantai Taipa. Saat itu, Fudhoil lebih dahulu terseret ombak yang cukup deras.
Melihat kondisi tersebut, Unaysha berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, korban yang diketahui tidak mahir berenang justru ikut terseret kuatnya arus laut hingga tenggelam.
Personel Polsek Sawa yang menerima laporan dari masyarakat langsung menuju lokasi bersama warga dan petugas wisata untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
Sekitar pukul 16.30 Wita, korban berhasil ditemukan. Saat dievakuasi, kondisinya sudah tidak sadarkan diri. Korban kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Lembo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Sementara itu, keponakan korban, Fudhoil Ngii Al-Kendery, berhasil diselamatkan dan selamat dari peristiwa tersebut.
Salah seorang saksi, Samsudin (51), yang merupakan penjaga Pantai Taipa, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan dengan busa keluar dari mulut akibat menghirup air laut,” ujarnya.
Usai kejadian, personel Polsek Sawa langsung melakukan pengamanan lokasi, mendata keterangan saksi dan keluarga korban, berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Lembo, serta menyampaikan informasi kepada pihak keluarga.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga peristiwa tersebut murni merupakan kecelakaan. Kuatnya arus dan ombak, ditambah korban yang tidak memiliki kemampuan berenang serta minimnya pengawasan saat berada di laut, diduga menjadi penyebab utama terjadinya musibah itu.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang berkunjung ke kawasan wisata pantai agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan ombak, tidak berenang di area berbahaya, serta memastikan anak-anak maupun anggota keluarga selalu berada dalam pengawasan demi mencegah terulangnya kejadian serupa. (Red)







