KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara, Herman Sewani, SH, memimpin langsung kegiatan tanam serentak padi sawah pada lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Wiwirano, Kecamatan Oheo, Kamis (9/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Herman Sewani turun langsung ke area persawahan untuk mengawali penebaran benih padi menggunakan mesin blower penabur benih sebagai bagian dari pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Kegiatan tanam serentak itu turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Konawe Utara.
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan program strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memperluas lahan sawah produktif dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional.
Di Kabupaten Konawe Utara, program tersebut dilaksanakan secara serentak pada empat zona, yakni Kecamatan Sawa, Asera, Oheo dan Wiwirano.
Pelaksanaan tanam serentak di seluruh Indonesia juga terhubung melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Pertanian RI.
Dalam sambutan Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., yang dibacakan Asisten III Administrasi Umum dan Pemerintahan Setda Konawe Utara, Amrun, S.P., M.M., ditegaskan bahwa upaya mencapai swasembada pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.
“Pencapaian swasembada pangan dari hulu sampai hilir harus berjalan sejalan dan seirama dengan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, yakni mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,” ujar Amrun.

Ia mengatakan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan nasional, khususnya komoditas utama seperti beras dan jagung.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Konawe Utara, Hj. Ir. Armawati, SP., M.AP., dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk Brigade Pangan sebagai tim operasional di lapangan.
Brigade tersebut bertugas mempercepat dan memastikan seluruh kegiatan pertanian, termasuk program cetak sawah rakyat, berjalan efektif.
“Brigade Pangan menjadi garda terdepan dalam mengoptimalkan lahan, menerapkan teknologi pertanian, serta mempermudah akses permodalan melalui KUR dan pendampingan,” jelas Armawati.
Ia menyebut, Sulawesi Tenggara memperoleh kuota program CSR seluas 6.745 hektare. Dari jumlah itu, Kabupaten Konawe Utara mendapat target seluas 500 hektare pada 2025.
Hingga saat ini, realisasi program di Konawe Utara mencakup SID tersedia seluas 448,62 hektare, realisasi kontrak 338,95 hektare, swakelola 161,05 hektare, olah tanah 316,02 hektare, dan realisasi tanam mencapai 21,5 hektare.
Untuk sebaran lokasi, Kecamatan Sawa memperoleh alokasi 50,99 hektare, Kecamatan Asera 52,14 hektare, Kecamatan Oheo 186,36 hektare, dan Kecamatan Wiwirano 49,46 hektare.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sarana produksi pendukung program berupa 120 ton pupuk NPK, 98 ton pupuk urea, dan 20 ton benih padi.
Dukungan alsintan juga disiapkan melalui Brigade Pangan, terdiri dari tujuh unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 10 unit rotavator, tiga unit combine harvester, 17 unit alkon, dan satu unit drone pertanian.
Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan sarana produksi dan alsintan kepada kelompok tani di lokasi program CSR Desa Wiwirano, Kecamatan Oheo. (Red)







