KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara (Konut) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Panen Perdana Program Mandiri Pangan di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara.
Kegiatan ini menjadi tonggak awal keberhasilan program pemberdayaan yang telah diawali dengan pelatihan pertanian, pendampingan intensif, hingga menghasilkan panen pertama berupa sayuran kangkung dan sawi hanya sekitar empat minggu setelah proses pelatihan.
Program Mandiri Pangan merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan PT ANTAM UBPN Konawe Utara di wilayah binaannya. Melalui program ini, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan secara produktif sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga.
Sebelum memasuki tahap budidaya, para peserta mengikuti pelatihan pertanian selama tiga hari, yakni pada 23–25 Juni. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan materi teknik budidaya sayuran, pengelolaan media tanam, pemeliharaan tanaman, hingga praktik langsung di lapangan. Setelah pelatihan berakhir, peserta terus mendapatkan pendampingan intensif dari tim program guna memastikan setiap tahapan budidaya berjalan optimal.
Empat minggu pascapelatihan, tanaman mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Momentum tersebut dimanfaatkan PT ANTAM UBPN Konawe Utara bersama Pemerintah Desa Mowundo dan tim pendamping untuk melaksanakan monitoring sekaligus panen perdana di sejumlah pekarangan rumah peserta.
Karena waktu tanam dan karakteristik pertumbuhan setiap komoditas berbeda, panen dilakukan secara bertahap sehingga belum mencakup seluruh peserta program.
Kegiatan monitoring dan panen perdana ini dihadiri CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM UBPN Konawe Utara, Fredy Utama, Community Development Work Unit Head Andi Aswar, serta External Relation Specialist Serly Mangantibe. Turut mendampingi Kepala Desa Mowundo, Naniyatin, S.Pd., bersama pendamping Program Mandiri Pangan, Saddam dan Irfan, yang selama ini aktif memberikan pembinaan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Fredy Utama menyampaikan bahwa panen perdana bukan sekadar hasil budidaya sayuran, tetapi menjadi indikator awal keberhasilan masyarakat dalam mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.
“Kami berharap Program Mandiri Pangan ini terus berkembang menjadi konsep integrated farming, sehingga masyarakat tidak hanya mampu memproduksi sayuran untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mengintegrasikan berbagai sektor pertanian yang saling mendukung. Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Fredy.
Ia menjelaskan, Program Mandiri Pangan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat didorong membangun kebiasaan bercocok tanam secara mandiri, meningkatkan keterampilan budidaya, serta mengembangkan sistem pertanian rumah tangga yang produktif dan berkelanjutan.
Keberhasilan program hingga memasuki tahap panen perdana juga tidak lepas dari kolaborasi antara PT ANTAM UBPN Konawe Utara, Pemerintah Desa Mowundo, tim pendamping, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat agar manfaat program semakin luas dan dapat menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat di wilayah sekitar perusahaan.
Ke depan, PT ANTAM UBPN Konawe Utara berkomitmen untuk terus mendampingi peserta Program Mandiri Pangan melalui peningkatan kapasitas, monitoring berkala, serta pengembangan konsep integrated farming. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap masyarakat tidak hanya memperoleh hasil panen yang berkesinambungan, tetapi juga semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.(Red)







