KONAWE UTARA, KABARSULTRA.ID – Kodim 1430 Konawe Utara (Konut), menyatakan kesiapannya mendukung penuh pembangunan jembatan Bailey di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo.
Pembangunan jembatan darurat ini merupakan langkah tanggap atas banjir yang melanda wilayah tersebut sejak 19 Maret 2025 akibat luapan Sungai Lalindu.
Diketahui, akibat banjir akses jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) terendam air sepanjang sekitar 150 meter, dengan kedalaman mencapai 1,5 meter di beberapa titik. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi logistik antar daerah.
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bersama Danrem 143 Haluoleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto telah meninjau langsung lokasi banjir dan menginstruksikan pembangunan jembatan darurat. Jembatan Bailey sepanjang 50 meter tersebut akan dibangun dengan dukungan 50 personel TNI dari Korem 143 Haluoleo.

Komandan Satgas pembangunan jembatan Bailey, Letkol Arh Pramono, S.Sos., M.Han., menjelaskan bahwa rapat teknis pemasangan telah digelar pada Sabtu, 12 April 2025, di Hotel Claro, Kendari. Menurutnya, Dinas Cipta Karya Provinsi Sultra akan menyiapkan anggaran, sementara Balai Jalan akan menyediakan material dan konstruksi.
Beberapa perlengkapan jembatan saat ini masih dalam proses pengiriman dari Kendari ke Konut. Walau air mulai surut, potensi banjir susulan tetap ada jika curah hujan tinggi. Letkol Pramono menekankan pentingnya kerja sama masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar.
“Kami harap warga tetap menjaga ketertiban dan saling membantu agar kegiatan ini dapat berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Kasdim 1430 Konut Mayor Inf Umar Sachruna yang juga menjadi koordinator lapangan, menyatakan bahwa pihaknya siap siaga 24 jam membantu masyarakat.

Saat ini, kendaraan roda dua dan empat sebagian masih menyeberang dengan bantuan perahu, sedangkan mobil berukuran sedang dan truk besar sudah dapat melintas secara langsung.
Sejumlah material seperti panel stanper, dudukan panel, plat deck, dan komponen jembatan lainnya telah tiba di lokasi sejak 11 April.
Namun, pengiriman material tambahan masih berlangsung secara bertahap dari Kendari, termasuk bronjong kawat dan batu sebagai bantalan jembatan. (Red)







