KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – Anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara (Konut) dari Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), Abdul Malik, SH., M.Si., menggelar kegiatan Reses Tahun Sidang I Masa Reses II Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) I, mencakup Kecamatan Andowia, Asera, dan Oheo, pada Jumat (11/4/2025).
Reses kali ini dipusatkan di Balai Desa Laronanga, Kecamatan Andowia, setelah sebelumnya direncanakan berlangsung di lapangan terbuka, namun karena cuaca yang tidak mendukung, lokasi kegiatan dialihkan ke balai desa.
Meski diguyur hujan, warga tetap antusias menghadiri kegiatan tersebut yang hanya berlangsung tiga kali dalam satu tahun masa sidang. Kehadiran masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil mereka di parlemen.
Kepala Desa Laronanga, Anhar, dalam sambutannya mengajak warga memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin untuk menyampaikan aspirasi kepada legislator.
“Kita bersyukur Desa Laronanga menjadi tujuan reses tahun ini. Ini kesempatan baik untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi,” ujarnya.
Ia menyoroti salah satu persoalan penting yang tengah dihadapi desanya, yakni kelanjutan pembangunan jalan menuju pelabuhan yang hingga kini belum rampung.

Abdul Malik menyampaikan pentingnya pertemuan langsung dengan masyarakat agar dapat mendengar dan memahami kebutuhan warga secara lebih konkret.
“Aspirasi yang tertampung akan menjadi prioritas kami untuk diperjuangkan ke tingkat lebih tinggi sesuai sektor masing-masing,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, Lurah Andowia menyampaikan harapannya agar aspirasi masyarakat bisa diselaraskan dalam satu visi bersama untuk kemajuan kecamatan. Ia juga mengusulkan agar pembangunan drainase yang akan direalisasikan tahun ini menggunakan desain modern, agar kuat dan efisien.
Anggota BPD Desa Laronanga, Juhaefa, mengusulkan bantuan sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih. Ia juga meminta perhatian terhadap aliran listrik menuju pelabuhan yang belum tersambung, serta perlunya lampu jalan sebagai akses penerangan utama warga.
Warga lainnya, Amir Kubra, mengusulkan pengaspalan jalan, percepatan pembangunan hunian tetap (huntap), serta penimbunan jalan yang kerap tergenang air saat hujan.
Sementara itu, kaum ibu rumah tangga juga turut aktif menyampaikan aspirasinya. Asniatin meminta bantuan pengadaan perahu dan mesin katinting. Sementara Andi Ratnasari menyoroti masalah sampah, dan mengusulkan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Andowia.
“Sampah rumah tangga yang menumpuk di sungai bisa menjadi ancaman serius, apalagi saat musim penghujan seperti sekarang,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi, Abdul Malik menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan program-program prioritas, termasuk pembangunan jalan menuju pelabuhan, asalkan persoalan pembebasan lahannya sudah selesai.
Untuk usulan-usulan kecil seperti pengadaan alat olahraga voli dan seragam majelis taklim, ia menyatakan siap merealisasikannya menggunakan anggaran pribadi. (Red)







