KABARSULTRA.ID, KONAWEUTARA – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai pelaksanaan pelatihan Up-Skilling Kompetensi Komputer bagi aparatur desa di wilayah lingkar tambang PT Makmur Lestari Primatama (MLP). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 24 hingga 26 Juli 2026, menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur desa agar semakin siap menghadapi tuntutan pelayanan publik di era digital.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PT Makmur Lestari Primatama (MLP) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi tersebut bertujuan membekali aparatur desa dengan keterampilan komputer dan administrasi digital yang relevan dengan kebutuhan pelayanan masyarakat saat ini.
Sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat desa, aparatur dituntut mampu memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan transparan. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan administrasi berbasis digital, penguasaan teknologi informasi menjadi kompetensi yang tidak lagi dapat diabaikan.

Mewakili Pemerintah Kecamatan Langgikima, Sekretaris Camat Langgikima, Ansharullah, membuka kegiatan sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa transformasi pelayanan publik harus diiringi dengan peningkatan kemampuan aparatur dalam memanfaatkan teknologi.
“Pelayanan publik yang prima menuntut aparatur yang adaptif terhadap teknologi. Dengan dukungan penuh dari PT Makmur Lestari Primatama dan BPVP Kendari, kami optimistis para perangkat desa mampu menghadirkan tata kelola administrasi yang lebih cepat, tertib, dan transparan,” ujar Ansharullah.
Selama pelatihan, para peserta memperoleh pembelajaran teori dan praktik secara langsung dari instruktur profesional BPVP Kendari. Materi yang diberikan meliputi pengoperasian aplikasi perkantoran, pengelolaan basis data (database) masyarakat, hingga penyusunan sistem administrasi desa berbasis elektronik yang efektif dan efisien.
Supervisor External PT Makmur Lestari Primatama, Riza Wicaksono, mengatakan bahwa investasi terbaik dalam pembangunan wilayah operasional perusahaan bukan hanya berupa pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya aparatur desa.
“Peningkatan kompetensi aparatur desa adalah fondasi utama dalam menciptakan kemandirian dan kemajuan desa. Melalui kerja sama dengan BPVP Kendari ini, kami berharap para perangkat desa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu mengoptimalkan pelayanan publik yang efisien bagi masyarakat,” ungkap Riza.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT MLP yang berfokus pada penguatan kelembagaan desa sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Salah seorang peserta, Hasim Ashari, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai pembuatan administrasi desa berbasis digital secara lebih otomatis. Hal ini sangat membantu kami dalam menyusun dan mengelola administrasi masyarakat dengan lebih mudah dan efisien,” ujarnya.
Hasim berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan berbagai materi pengembangan kapasitas lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Makmur Lestari Primatama atas kepeduliannya dalam mendukung kemajuan desa-desa di wilayah lingkar tambang.
Kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Langgikima, PT Makmur Lestari Primatama (MLP), dan BPVP Kendari menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dari Langgikima, lahir sebuah pesan bahwa transformasi digital dapat dirasakan hingga pelosok desa, selama ada kemauan untuk belajar dan semangat bersama membangun pelayanan publik yang semakin profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Red)







