KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Konawe Utara terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui Program Mandiri Pangan: Edukasi Pertanian Pekarangan Rumah yang dilaksanakan di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juni 2026, ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Program tersebut disusun berdasarkan hasil Sustainable Livelihood Assessment (SLA) dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dilakukan oleh Sofresh’na bersama masyarakat pada Desember 2025.
Dari hasil kajian tersebut, pekarangan rumah diidentifikasi sebagai salah satu aset yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan guna mendukung kemandirian dan ketahanan pangan keluarga. Melalui program ini, ANTAM mendorong masyarakat agar mampu mengubah ruang di sekitar rumah menjadi lahan produktif yang dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Sebanyak 22 warga Desa Mowundo mengikuti pelatihan yang mengedepankan metode praktik langsung. Setiap peserta mendapatkan 30 polybag yang ditanami lima jenis komoditas, yakni kangkung, sawi, tomat, cabai rawit, dan terong ungu.
Materi pelatihan meliputi persiapan media tanam, penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pascapanen, analisis biaya produksi, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pengenalan hama dan karakteristik musim pada setiap komoditas.
Sebanyak 70 persen kegiatan dilakukan melalui praktik lapangan dan 30 persen melalui diskusi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta sehingga dapat langsung menerapkan teknik budidaya di pekarangan rumah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, ANTAM melibatkan dua petani muda lokal Desa Mowundo, Saddam dan Irfan, sebagai fasilitator utama. Keterlibatan petani lokal dinilai penting karena mereka memahami kondisi lingkungan setempat dan lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Mowundo Naniyatin, S.Pd., Camat Molawe Bahrun, S.Sos., Sekretaris Dinas Pertanian Konawe Utara Alham Kurniawan, S.P., M.M., perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta sejumlah unsur pemerintah daerah lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, dilakukan penyerahan sarana produksi pertanian (saprotan) secara simbolis kepada perwakilan peserta. Penyerahan dilakukan oleh para tamu undangan sebagai wujud komitmen bersama dalam mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif.
Sekretaris Dinas Pertanian Konawe Utara, Alham Kurniawan, menekankan pentingnya penerapan pola tanam berkelanjutan dalam pengelolaan pertanian pekarangan. Menurutnya, sistem tanam bergilir perlu diterapkan agar produksi pangan dapat berlangsung secara berkesinambungan.
“Ketika satu tanaman selesai dipanen, tanaman lain sudah siap untuk dikembangkan. Dengan demikian, ketersediaan pangan keluarga dapat terus terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap komoditas memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari kebutuhan nutrisi, kondisi tanah, maupun waktu tanam, sehingga pemahaman teknik budidaya menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi.
Sementara itu, CSR & ER Bureau Head PT ANTAM UBPN Konawe Utara, Fachrul Mujahid, mengatakan bahwa Program Mandiri Pangan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Harapan kami, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing sehingga manfaat program dapat berkembang lebih luas,” katanya.
Program ini akan dilanjutkan melalui pendampingan langsung ke pekarangan peserta serta monitoring berkala selama enam bulan hingga Desember 2026. Ke depan, program tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya kemandirian pangan masyarakat sekaligus menjadi contoh pengelolaan pekarangan produktif di wilayah Kecamatan Molawe.
Melalui Program Mandiri Pangan, ANTAM berharap pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan pangan bagi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Mowundo secara berkelanjutan. (Red)







