• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, September 20, 2026
Kabarsultra.id - Mengabari Dengan Independen
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Sosial
  • Agama
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekobis
  • Lainnya
    • Wisata
    • Ragam
    • Opini
    • Pariwara
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Sosial
  • Agama
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekobis
  • Lainnya
    • Wisata
    • Ragam
    • Opini
    • Pariwara
No Result
View All Result
Kabarsultra.id - Mengabari Dengan Independen
No Result
View All Result

Pemilu Sebagai Sarana Kedaulatan Rakyat Dalam Sistem Demokrasi

Muhamad Husni Ibrahim selaku Sekretaris MD KAHMI Konut

Admin by Admin
Maret 3, 2023
0
Pemilu Sebagai Sarana Kedaulatan Rakyat Dalam Sistem Demokrasi
0
SHARES
73
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

KABARSULTRA.ID – Tak genap setahun lagi hari pencoblosan pemilihan Legislatif, dan pemilihan Presiden akan diselenggarakan dikolong langit nusantara kita. Tentu ada harapan besar dari anak bangsa untuk menciptakan, serta melahirkan estafet pemerintahan agar jauh lebih baik, dari aspek sosial, ekonomi, juga sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara di republik kita tercinta ini.

Pemilihan umum Indonesia setidaknya telah dihelat sebanyak 12 kali pemilihan, dengan berbagai macam hiruk pikuk politik nasional turut mempengaruhi sistem kepemiluan.

Pemilihan umum pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955 dengan metode dua kali pemilihan yakni pemilihan Dewan perwakilan Rakyat dilaksanakan pada 29 september 1955, dan pemilihan kedua untuk memilih konstituante dihelat pada tanggal 15 Desember masih pada tahun yang sama.

BacaJuga

Kesempatan Kerja Warga Lingkar Tambang Dipertanyakan, SBIB Minta PT TMS Perkuat Program Pemberdayaan

Irham Kecam PT TMS: Produksi Nikel Jalan, Pemberdayaan Masyarakat Masih Nihil

Pemilu pada tahun tersebut, diikuti sebanyak 30 peserta pemilu dan yang keluar sebagai jawara adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) kemudian diikuti oleh Masyumi, dan Nahdatul Ulama, masing-masing sebagai runner up serta urutan ketiga perolehan suara terbanyak.

Pemilu pada tahun 1977 terjadi kebijakan kekuasaan dengan menfusikan partai politik, dan golongan menjadi tiga yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Dengan difusinya beberapa parpol, dan golongan menjadi tiga arus politik Nasional, ini pula menjadi awal dari pemerintahan orde baru. Pemilu dengan model dua parpol, dan satu golongan dilaksanakan sebanyak empat kali yakni pada tahun 1982, 1989, 1992, dan 1997. Konstelasi bergolak politik nasional memanas, dan berujung pada gerakan reformasi.

Gerak ini berhasil menumbangkan rezim orde baru, dengan salah satu tuntutannya percepatan pemilu, disinilah awal masuknya pemilu di era reformasi. Pemilu di fase ini dimulai pada tahun 1999 yang mana pesertanya sebanyak 42 partai politik, hingga akhirnya hanya 21 parpol yang berhasil memiliki kursi di Senayan, sehingga PDIP keluar sebagai pegang mayoritas suara pemilih.

Selanjutnya, di era reformasi pemilu dilakukan berkala pada tahun 2004, 2009, 2014 dan terakhir 2019, tentu dengan berbagai macam perubahan dalam tata laksananya seperti proporsional tertutup, dan proporsional terbuka, juga pemilihan Presiden dan wakil Presiden pernah dihelat dengan sistem dua putaran, tahun 2024 mendatang.

Morisson mendefinisikan bahwa pemilihan umum adalah cara atau sarana untuk mengetahui keinginan rakyat mengenai arah dan kebijakan negara kedepan, paling tidak ada tiga macam tujuan pemilu yaitu memungkinkan peralihan pemerintahan secara aman dan tertib untuk melaksanakan kedaulatan rakyat dalam rangka melaksanakan hak asasi manusia.

Sementara Ramlan mengatakan, pemilu di artikan sebagai mekanisme penyeleksian dan pendelegasian atau penyerahan kedaulatan kepada orang atau partai yang dipercayai.

Dalam faham demokrasi rakyat sebagai pemilik otoritas penuh yang perwujudannya dalam bentuk pemilihan umum, sebagaimana dua pendapatan tadi posisi rakyat sangat menentukan arah bangsa, dan negara.

Badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) pernah merilis terkait data proyeksi penduduk indonesia pada rentang waktu 2015-2045 , dimana dalam rilis tersebut jumlah penduduk indonesia diperkirakan mencapai 318.9 juta jiwa pada tahun 2024, dengan pengelompokan usia sebagai berikut, 15-19 tahun 21,73 juta jiwa, 20-24 tahun 21,94 juta jiwa, lalu 25-29 tahun, dan 30-34 tahun sebanyak 21,73 juta jiwa dan 21,46 juta jiwa, kemudian direntang usia 35-39 tahun sebanyak 21,73 juta jiwa.

Hampir sama dengan hasil survei Centre For Strategik and Internasional Studies (CSIS) wajib pilih pada pemilu tahun 2024 akan di dominasi rentan usia 17-39 tahun, jumlah pemilih pada rentan umur tadi hampir 60 persen dalam total wajib pilih nantinya.

Dari rilis Bappenas dan survei CSIS tentu dapat kita berhipotesa bahwa kaum muda sangat memiliki peran startegis dalam menentukan warna politik di pemilu tahun 2024.

Karena itu, penulis menyimpulkan bahwa rakyat adalah pemilik saham tunggal dalam sistem demokrasi sebagaimana kata kedaulatan terambil dari bahasa arab (daulah) yang artinya kekuasaan tertinggi.

Previous Post

Jumat Curhat, Warga Keluhkan Sembrawutnya Pasar Laronanga

Next Post

AMKAB Tolak Izin Lintas PT BNN yang Merusak Hutan

Related Posts

Kesempatan Kerja Warga Lingkar Tambang Dipertanyakan, SBIB Minta PT TMS Perkuat Program Pemberdayaan
Opini

Kesempatan Kerja Warga Lingkar Tambang Dipertanyakan, SBIB Minta PT TMS Perkuat Program Pemberdayaan

by Admin
Juli 16, 2026
0

KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – Proses perekrutan tenaga kerja di PT Tambang Matarape Sejahtera (PT TMS), perusahaan pertambangan bijih nikel yang...

Read moreDetails
Irham Kecam PT TMS: Produksi Nikel Jalan, Pemberdayaan Masyarakat Masih Nihil

Irham Kecam PT TMS: Produksi Nikel Jalan, Pemberdayaan Masyarakat Masih Nihil

Juli 16, 2026
Mahasiswa Sultra Harus Menjadi Lokomotif Pergerakan di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi Nasional

Mahasiswa Sultra Harus Menjadi Lokomotif Pergerakan di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi Nasional

Juni 11, 2026
Sebuah Realitas Politik di Tengah Jeritan Rakyat Sultra

Sebuah Realitas Politik di Tengah Jeritan Rakyat Sultra

Juni 1, 2026
Perda Pemberdayaan Pengusaha Lokal Konut: Berani dan Berdaya, atau Sekadar Wacana di Tanah Kaya?

Perda Pemberdayaan Pengusaha Lokal Konut: Berani dan Berdaya, atau Sekadar Wacana di Tanah Kaya?

April 14, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Us

Kategori Populer

  • Agama
  • Budaya
  • Ekobis
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Opini
  • Pariwara
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Wisata
Kabarsultra.id - Mengabari Dengan Independen

Media online yang menyajikan berita terupdate, fokus mengabarkan berita Nasional, Politik. Pemerintahan, dll

Berita Terbaru

Komando Baru Perbakin Konut, AKBP Rico Fernanda Siap Bangun Organisasi Profesional dan Cetak Atlet Berprestasi

Komando Baru Perbakin Konut, AKBP Rico Fernanda Siap Bangun Organisasi Profesional dan Cetak Atlet Berprestasi

September 19, 2026
Terpilih Aklamasi dalam Musprov 2026, Kapolda Sultra Sampaikan Visi-Misi Perbakin untuk Majukan Olahraga Menembak

Terpilih Aklamasi dalam Musprov 2026, Kapolda Sultra Sampaikan Visi-Misi Perbakin untuk Majukan Olahraga Menembak

September 19, 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2022 www.kabarsultra.id

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Sosial
  • Agama
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Ekobis
  • Wisata
  • Ragam
  • Opini
  • Pariwara

Copyright © 2022 www.kabarsultra.id