KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Konawe Utara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Lalindu meluap dan merendam akses jalan di Desa Polora Indah, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Akibat banjir tersebut, jalur utama Trans Sulawesi yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain memutus akses transportasi, banjir juga merendam lahan perkebunan dan area persawahan milik warga setempat.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, jembatan di Desa Polora Indah yang menjadi akses vital penghubung ruas jalan Trans Sulawesi tampak terendam air dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa.
Dalam rekaman video itu, terlihat seorang warga nekat berjalan menembus genangan air deras di sekitar jembatan, sementara kendaraan terpaksa berhenti karena tidak dapat melintas.
Kondisi tersebut sontak menjadi perhatian para pengendara dan masyarakat, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama penghubung antarwilayah di Sulawesi.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan saat ini terus melakukan penanganan darurat di lokasi banjir. Sejumlah instansi terkait dikerahkan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus membantu masyarakat terdampak.
Sesuai arahan Bupati Konawe Utara, dinas terkait seperti BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, hingga DPMD diminta turun langsung melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak banjir.
Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas serta mengimbau pengendara agar tidak memaksakan diri melintasi jalur yang masih tergenang demi menghindari risiko kecelakaan.
Pengguna jalan yang hendak melintas di jalur tersebut diminta untuk sementara waktu memutar balik atau menunggu hingga kondisi air surut dan akses kembali aman digunakan.
Hingga saat ini, cuaca di wilayah Konawe Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sehingga masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan longsor di sejumlah titik rawan. (Red)







