KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – Jembatan Perintis Garuda di Desa Ulu Sawa, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, resmi diresmikan pada Jumat (21/8/2026). Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi langkah nyata dalam membuka akses masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini mengalami keterbatasan.
Peresmian jembatan dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan Kepala Staf Teritorial Tentara Nasional Indonesia (Kaster TNI), Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., perwakilan Gubernur Sulawesi Tenggara, jajaran Forkopimda Sulawesi Tenggara dan Konawe Utara, perwakilan PT Antam Tbk., para camat, kepala desa serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Letjen TNI Bambang Trisnohadi mengaku bahagia dan bangga dapat hadir di Konawe Utara. Ia menyebut kunjungannya kali ini merupakan pertama kalinya menginjakkan kaki di wilayah Konawe Utara, setelah sebelumnya pernah hadir di Kendari pada 2017 dalam agenda peresmian pembangunan rumah Korem.
“Ini kali pertama saya ke Konawe Utara. Tahun 2017 saya pernah menyampaikan kepada Pak Danrem, saya pernah hadir di Kendari waktu itu saat peresmian Korem. Sekarang sudah 2026, sudah sembilan tahun, dan alhamdulillah siang hari ini saya bisa hadir di sini di tengah masyarakat Kecamatan Sawa dan Kecamatan Lembo,” ungkapnya.
Menurut Bambang, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan melalui kolaborasi TNI, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Ia menjelaskan, TNI Angkatan Darat hingga saat ini telah membangun sekitar 2.500 jembatan, sementara jajaran Polri turut membangun sekitar 800 jembatan. Program tersebut ditargetkan terus berlanjut hingga mencapai sekitar 5.000 jembatan.
“Tujuannya, dengan pembangunan jembatan-jembatan Perintis Garuda ini kita ingin membuka akses daerah-daerah yang selama ini terisolir, yang masyarakatnya masih terkendala, utamanya anak-anak sekolah yang masih harus berjuang untuk menuju ke sekolah masing-masing,” jelasnya.
Bambang juga menyoroti manfaat langsung pembangunan jembatan bagi masyarakat. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh perjalanan memutar hingga sekitar delapan kilometer.
Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, jarak tersebut dapat dipangkas sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga pada sektor pendidikan, ekonomi dan hubungan sosial masyarakat.
“Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda ini, keterisolasian bisa terbuka, akses juga bisa lebih lancar. Pendidikan, ekonomi, dan masyarakat yang mau bersilaturahmi akan semakin mudah,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PT Antam Tbk. UBPN Konawe Utara yang telah berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta jajaran Korem 143/HO dan Kodim 1430/Konawe Utara yang terlibat dalam pembangunan.
Apresiasi juga diberikan kepada personel Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) serta masyarakat yang ikut bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
“Saya mendapat laporan bahwa masyarakat juga ikut bekerja, terutama pada saat hari libur. Ini semua menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ini merupakan modal dasar kita untuk membangun ke depan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI, PT Antam Tbk., serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Menurut Bupati Ikbar, pembangunan infrastruktur tersebut memiliki arti strategis bagi masyarakat Konawe Utara karena tidak hanya berfungsi sebagai penghubung fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan dan pelayanan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodam XIV/Hasanuddin, serta PT Antam Tbk. yang telah hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pembangunan jembatan ini,” ujar Ikbar.
Ia menilai keberadaan jembatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan semangat gotong royong antara pemerintah, TNI, dunia usaha dan masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi menjadi penghubung harapan masyarakat. Setelah bertahun-tahun masyarakat menghadapi keterbatasan akses, hari ini kita melihat hadirnya infrastruktur yang dapat memangkas jarak, memperlancar mobilitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Secara konstruksi, Jembatan Perintis Garuda merupakan jembatan gantung simetris dengan konstruksi baja penuh tanpa menggunakan material kayu. Salah satu jembatan yang menghubungkan Desa Ulu Sawa dengan Desa Taipa memiliki bentangan sepanjang 87 meter dan memberikan manfaat langsung kepada 929 jiwa atau 374 kepala keluarga.
Sementara spesifikasi konstruksi meliputi bentangan antar-tower 50 meter, lebar lantai 1,63 meter, serta tower utama menggunakan pipa berukuran tujuh inci dengan ketinggian 12 meter. Jembatan juga dilengkapi sling utama galvanis berdiameter 38 milimeter dan lantai menggunakan plat bordes dengan ketebalan 4,5 milimeter.
Secara teknis, konstruksi jembatan mampu menahan beban sekitar 20 hingga 25 orang. Namun, demi menjaga keamanan dan memperpanjang usia konstruksi, penggunaan jembatan dibatasi sekitar lima hingga 10 orang dalam satu waktu.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut didasarkan pada dokumen Nomor 261/0505/DAT/2026 tertanggal 10 Februari 2026. Pelaksanaannya merupakan bagian dari kolaborasi Kodam XIV/Hasanuddin dan PT ANTAM Tbk., dengan melibatkan prajurit TNI bersama masyarakat secara bergotong royong.
Bupati Ikbar berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan jembatan tersebut dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Utara akan terus mendorong sinergi bersama pemerintah pusat, TNI, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Konawe Utara.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda kemudian ditutup dengan kegiatan bakti sosial. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan diresmikannya jembatan tersebut, masyarakat Desa Ulu Sawa, Desa Taipa dan wilayah sekitarnya kini memiliki akses yang lebih aman, cepat dan efisien. Kehadiran jembatan diharapkan menjadi penggerak baru bagi aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Konawe Utara. (Red)







