KABARSULTRA.ID, KONAWE UTARA – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 500 paket sembako dan sejumlah tenda kepada warga terdampak banjir di tiga desa di Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua F-PRB Sultra, Yudhianto, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara yang diwakili oleh Wakil Bupati Abuhaera. Turut hadir Ketua F-PRB Konawe Utara dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (15/4/2025) tersebut.
Berdasarkan data, total kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kecamatan Oheo meliputi 108 KK di Desa Padalere, 52 KK di Desa Sambadete, dan 22 KK di Desa Puuhialu.
Wakil Bupati Konut, Abuhaera, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian F-PRB Sultra terhadap warganya yang sedang dilanda musibah.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan menjadi penguat tali silaturahmi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan F-PRB,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat terdampak untuk tetap tabah menghadapi ujian, seraya meyakini bahwa di balik musibah pasti ada hikmah. Salah satunya adalah hadirnya kepedulian berbagai pihak, termasuk F-PRB yang telah turut membantu.
Abuhaera menjelaskan, banjir yang terjadi sejak 17 April telah ditangani secara kolaboratif oleh berbagai unsur, mulai dari Pemda, Forkopimda, TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur Sultra telah memberikan respon cepat dengan menurunkan bantuan pembangunan jembatan Bailey melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Material jembatan sudah tiba di lokasi dan tinggal menunggu proses pemasangan oleh tenaga teknis.
“Ini baru awal musim banjir. Biasanya puncaknya terjadi pada Mei hingga Juli. Karena itu, Gubernur sudah menginstruksikan agar pembangunan jembatan Bailey tetap dilanjutkan,” tegasnya.

Selain itu, Badan Wilayah Sungai (BWS) dan BPJN telah melakukan pemaparan rencana pembangunan jembatan permanen sepanjang 745 meter dengan estimasi anggaran sebesar Rp60 miliar. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026, sebagai langkah antisipasi bencana serupa di masa depan.
Sementara itu, Ketua F-PRB Sultra, Yudhianto, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pihaknya dalam memberikan bantuan, yang disebabkan oleh kendala legalitas organisasi.
“Alhamdulillah, saat ini kami sudah mendapatkan dukungan dari Bapak Gubernur Sultra. Kami langsung bergerak cepat turun ke lokasi untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak, termasuk para petani yang gagal panen akibat sawahnya terendam banjir,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi bukti nyata kehadiran F-PRB di tengah masyarakat saat bencana melanda. (Red)







